-->

Guna Meminimalisir Korban Akibat Jebakan Tikus Beraliran Listrik, Polres Ngawi Sterilkan Area Persawahan Warga Serta Berikan Solusi.

Wakapolres Ngawi Bekerjasama Dengan Beberapa Instansi.

Garudatoday, Ngawi-Polres Ngawi tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat Kota Ngawi untuk tidak menggunakan jebakan yang beraliran listrik untuk membasmi tikus di area persawahan.

Namun pada kenyataanya himbauan tersebut tak pernah diindahkan oleh para petani yang ada di Daerah Ngawi karena masih banyak ditemukan jebakan tikus dengan tegangan tinggi di area persawahan Kabupaten Ngawi.

Oleh karena itu, Polres Ngawi bekerjasama dengan instansi terkait melakukan razia di area persawahan warga yang diduga masih menggunakan jebakan tikus beraliran listrik di salah satu Desa di Ngawi pada Rabu,(16/12/2020).


Dalam razia Polres Ngawi ini dipimpin oleh Wakapolres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama serta petugas gabungan dari PLN, Dinas Pertanian serta Satpol PP Kabupaten Ngawi guna sebagai antisipasi dari bertambahnya korban akibat jebakan tikus listrik oleh para petani di Ngawi ini.

"Penggunaan aliran listrik ini sebenarnya oleh para petani ditujukan untuk membunuh hama tikus namun dalam pelaksanaannya ternyata menimbulkan korban baik dari pemasangnya sendiri maupun dari masyarakat, untuk mengantisipasi bertambahnya korban, kami telah melaksanakan Forum Group Diskusi (FGD) dengan beberapa instansi terkait," ujar Kompol Ridho Tri Putranto.

Kompol Ridho Tri Putranto menjelaskan bahwa dalam hal mencarikan solusi terbaik untuk para petani, Polres Ngawi telah berupaya memberikan pengarahan serta sosialisasi kepada paguyupan petani guna meminimalisir hama tikus tanpa menggunakan jebakan beraliran listrik.

"Upaya sosialisasi ini dilakukan secara masif dengan melibatkan Satreskrim dan Humas Polres Ngawi dibantu Dinas Pertanian untuk memberikan edukasi kepada kalangan petani dan karena jebakan tikus listrik ini sudah mengakibatkan korban jiwa tentunya dari Satreskrim juga harus bertindak dalam hal ini Polres Ngawi akan menerapkan pasal 359 (karena lalainya mengakibatkan korban jiwa). Selain itu untuk  memutus aliran listrik bertegangan tinggi, dalam razia ini Polres Ngawi juga dibantu oleh petugas dari PLN,"jelasnya.

Lebih lanjut Kompol Ridho Tri Putranto menambahkan bahwa Polres Ngawi bersama petugas dari Dinas Pertanian telah memberikan beberapa solusi alternatif untuk mengendalikan serangan hama tikus bagi kalangan petani antara lain, dengan memelihara burung hantu, gerakan pengendalian hama tikus secara gropyokan, posan dan TBS (Trap Barier System) atau dengan menggunakan umpan atau belerang atau mercon tikus atau dengan mengunakan juru bedil di malam hari.


"Kita menghimbau dengan baik dan tegas kepada masyarakat khususnya para petani di wilayah Ngawi mohon kiranya tidak menggunakan listrik untuk mengusir atau membunuh hama tikus, memang tujuannya agar tidak ada hama yang memakan tanamannya namun dampak bagi masyarakat lain yang tidak mengetahui sehinggal dapat menyebabkan korban meninggal,"pungkasnya.









Penulis : Nanda Cahaya Baru