Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jateng daerah gempa: 7 sesar aktif darat hingga zona megathrust

 SEMARANG JATENG - BMKG menyebut ada 7 sesar atau patahan aktif di daratan Jawa Tengah (Jateng). Selain itu di selatan Jawa juga terdapat zona megathrust. Sehingga Jateng menjadi salah satu daerah dengan potensi bencana gempa.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara, Jateng, Setyoajie Prayoedhie mengatakan 7 sesar aktif tersebut yaitu Sesar Baribis-Kendeng, Ungaran 1, Ungaran 2, Pati/Lasem, Muria, Ajibarang, Merapi-Merbabu



Secara seismotektonik daerah Jawa Tengah itu daerah aktif gempa walaupun karakteristiknya agak berbeda dibanding daerah lain. Bila kita berpatokan kepada peta BMKG ada 7 sesar aktif teridentifikasi melintang di daratan Jawa Tengah," kata Setyoajie, Selasa (26/1/2021).


Ia juga menjelaskan pada bulan Januari 2021 ini sudah terjadi 22 kali gempa bumi dan yang bisa dirasakan getarannya ada 2 kali. Sedangkan sebelumnya, pada Desember 2020, ada 54 gempa bumi dan 4 di antaranya dirasakan.


"14 Januari kemarin di Purwokerto dirasakan gempa, dipicunya karena apa masih kajian. Kalau lokasi episentrum ada di tenggara sesar Ajibarang," katanya.


Secara historis, lanjut Setyoajie, gempa-gempa signifikan di atas magnitudo (M) 7 pernah terjadi di masa lalu khususnya di selatan Jawa dan zona megathrust


Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi sebanyak 8 kali, yaitu tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3). Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi 3 kali, yaitu tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1)," paparnya.


Akankah gempa dahsyat itu terulang? Setyoajie menegaskan tidak bisa dipastikan, karena belum ada teknologi dan alat yang bisa mendeteksi gempa tektonik secara akurat di belahan bumi manapun. Sehingga perlu kajian untuk memprakirakan terjadinya pengulangan gempa.


"Namun demikian perlu kajian lebih lanjut terkait periode ulang gempa," imbuhnya.


Ia pun mengimbau masyarakat tidak termakan hoax soal ramalan gempa. Yang terpenting saat ini adalah pengetahuan mitigasi bencana dan konsep evakuasi yang harus dipahami masyarakat dan pemerintah

Jangan mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya, check dan re-check info tersebut, kalau perlu tanyakan langsung ke BMKG, sebagai institusi resmi yang bertanggung jawab terkait informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Indonesia," ujar Setyoajie.


Sumber: detik.com

Posting Komentar untuk "Jateng daerah gempa: 7 sesar aktif darat hingga zona megathrust"