Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Polres Magetan Ungkap Kasus Pengemudi Bus Yang Sempat Melarikan Diri.

Kapolres (Tengah) didampingi Kanit Lantas (Kiri) dan KasatLantas (Kanan). (Foto:istimewa)

Garudatoday, Magetan-Kepolisian Resor (Polres) Magetan mengadakan press konfrence dalam rangka mengungkap kasus laka bus di tol Ngawi-Kertosono yang sempat melarikan diri usai terjadi laka yang mengakibatkan hilangnya 4 nyawa seseorang yang bertempat di halaman Polres Magetan, Jumat (08/01/2021).

Tersangka adalah HAR (45), seorang warga yang berasal dari Bandar Lampung, yang mengemudikan bus bernopol BE 7061 UI.

Kapolres didampingi Kasatlantas Polres Magetan. (Foto:istimewa).

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana S.I.K didampingi Kasatlantas Polres Magetan AKP Jumianto Nugroho memaparkan bahwa pengemudi bus tersebut ketika terjadi laka sempat melarikan diri sebelum tim penyidik Satlantas serta Sat Reskrim Polres Magetan yang dibantu Sat Reskrim Boyolali menemukan keberadaan pengemudi bus ini dan melakukan penangkapan.

"Pengemudi bus ini sempat melarikan diri, sebelum akhirnya berhasil diamankan,"ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan berdasarkan pengakuan dari beberapa saksi bahwa diduga pengemudi bus ini lalai sehingga mengakibatkan laka ini terjadi dan mengakibatkan korban jiwa.

"Menurut saksi, diduga si pengemudi bus ini lalai, sehingga terjadi laka,"imbuh Kapolres.

Sementara itu HAR pelaku laka mengaku bahwa dirinya memang mengantuk sehingga terjadi laka tersebut, dirinya juga mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada niat dari dirinya untuk melarikan diri, namun menurutnya karena panik dan merasa sangat takut lalu memutuskan untuk melarikan diri.

"Pada saat itu saya ngantuk, saya tau ada kendaraan di depan, namun lama kelamaan hilang, bukan maksut saya melarikan diri, mungkin karena saking saya takutnya, dan untuk keluarga korban saya meminta maaf,"ungkapnya.

Atas kejadian ini menurut keterangan Kapolres Magetan bahwa tersangka akan dijerat Pasal 310 ayat (4) UULAJ No 22 Tahun 2009 yang menyebut bahwa dalam hal kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dapat pidana paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12.000.000.

Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 312 UULAJ No 22 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor lalu terlibat kecelakaan dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraanya, tidak memberikan pertolongan, tidak melaporkan kejadian dipidana paling lama 3 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.75.000.000.(nda)

Posting Komentar untuk "Polres Magetan Ungkap Kasus Pengemudi Bus Yang Sempat Melarikan Diri."