Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Waswas pengungsi Merapi Klaten pilih bertahan di pengungsian

 KLATEN JATENG- Pengungsi Gunung Merapi dari Desa Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, bertahan di pengungsian karena masih waswas. Sebelumnya, warga berencana akan pulang ke rumah masing-masing akhir pekan ini.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pemkab Klaten, Endang Hadiyati S, mengatakan pengungsi rencananya akan pulang tanggal 29 atau 30 Januari. Tapi dibatalkan karena melihat situasi Gunung Merapi saat ini.



Sedianya mau pulang, kita sudah koordinasi dengan sekda, asisten, BPBD, kecamatan dan desa. Tapi melihat erupsi kemarin dan hujan abu untuk sementara rencana pulang ditangguhkan. Kita melihat perkembangan," kata Endang saat ditemui wartawan di kantornya, Sabtu (30/1/2021).


Menurut Endang, warga kelompok rentan terdiri lansia atau difabel masih waswas. Mereka masih ingin berada di tempat evakuasi sementara (TES).


"Orang lansia, bayi, difabel mereka inginnya tetap di sini dulu (TES). Pemkab siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan pengungsi," lanjut Endang.


Sementara itu saat Merapi erupsi Rabu (27/1) lalu, dusun yang terdampak hujan abu hanya di Desa Tegalmulyo, yakni Dusun Gir Pasang dan Gedong Ijo.


"Hanya Gir Pasang dan Gedong Ijo yang abunya paling tebal. Dan kami saat ini terus memantau dusun tersebut," imbuh Endang.


Terpisah, Koordinator Pengungsian Desa Balerante, Jainu, mengatakan sebelumnya ada rencana pengungsi akan pulang ke rumah tanggal 29 Januari. Karena berdasarkan informasi BPPTKG, daerah bahaya Merapi berubah ke barat daya.


"Dari BPPTKG informasinya arah luncuran ke barat daya. Selain itu jika terjadi erupsi hanya maksimal tiga kilometer, padahal tiga kilometer sejak dulu tidak berpenghuni," kata Jainu.


"Untuk sementara warga tetap bertahan di tempat evakuasi sementara (TES). Belum pulang sampai hari ini tanggal 30 Januari 2021 baik pengungsi maupun ternak masih di TES," lanjutnya.


Diberitakan sebelumnya, hujan abu erupsi Gunung Merapi juga terjadi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu (27/1). Hujan abu yang mengguyur daerah itu cukup tebal dan bercampur pasir.


"Abu tebal ada di Dusun Canguk, Pajegan, Gir Pasang dan Gedong ijo. Tapi yang bercampur pasir di Gir Pasang dan Gedong Ijo saja," kata Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, Rabu (27/1).


Sumber: detik.com

Posting Komentar untuk "Waswas pengungsi Merapi Klaten pilih bertahan di pengungsian "