Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Banjir di Kudus akibat luapan sungai Wulan semakin tinggi

 KUDUS JATENG - Banjir akibat meluapnya Sungai Wulan di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah semakin tinggi. Warga mengungkap ketinggian air pun hampir mencapai 2 meter.

Dari pantauan detikcom di lokasi ketinggian air terus naik, Senin (1/2) pukul 10.00 WIB. Seperti di Desa Kedungowo Kecamatan Kaliwungu genangan air mencapai 50 cm. Padahal hari Minggu (31/1) sore ketinggian air di jalan sekitar 30 cm.



Terlihat aktivitas warga pun menggunakan perahu. Tampak warga dievakuasi ke lokasi yang aman dengan menggunakan perahu.


Salah seorang warga Saipul mengatakan banjir di wilayah tempat tinggalnya, Desa Setrokalangan mencapai setinggi hampir 2 meter. Menurutnya naiknya genangan air sejak Minggu malam.


"Airnya cenderung baik. Kemarin sore jalan ini bisa dilintasi kendaraan. Ini sudah tidak bisa. Di belakang Balai Desa Setrokalangan itu ada hampir 2 meter," kata Saipul ditemui wartawan di lokasi, Senin (1/2/2021).


Hal senada diungkapkan warga lain bernama Ali. Menurutnya genangan banjir cenderung naik. Saat ini rumah miliknya di Desa Kedungdowo sudah kemasukan air, padahal kemarin masih aman dari banjir.


"Cenderung naik, sejak semalam. Ini rumah saya sudah tergenang," kata Ali pagi ini.


Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan banjir di Kudus akibat limpasan Sungai Wulan masih menggenangi sejumlah desa di wilayahnya. Ada tiga desa terdampak, meliputi Desa Setrokalangan, Desa Garung Kidul, Desa Kedungdowo, dan Desa Banget


Akses jalan menuju Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan terendam air mencapai 100-120 cm. Sedangkan rumah warga (di Dukuh Karangturi) sampai saat ini belum ada yang tergenang," kata Satria saat dihubungi wartawan lewat pesan singkat pagi ini.


Dia mengatakan selain itu tempat pendidikan di Desa Setrokalangan terendam banjir ketinggian 100 cm. Lalu jalan menuju Balai Desa Setrokalangan terendam banjir 100 cm.


"Area persawahan yang terendam menjadi 150 Ha. Rumah warga yang terendam sampai saat ini di Desa Setrokalanggan ada 147 KK, Kedungdowo ada 91 KK, Banget ada 281 KK, dan Blimbing Kidul ada 10 KK, di Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan terisolir," jelas dia.


Sampai saat ini posko pengungsian yang ada di aula Kecamatan Kaliwungu masih nihil. Sebagian warga masih bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir," sambung Satria.


Terpisah Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan ada sejumlah wilayah di Kudus yang masih terendam banjir. Saat ini menurutnya ketinggian air mengalami peningkatan 1 meter lebih.


"Di Setrokalangan cukup tinggi. Ketinggian air saat ini meningkat. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih," kata Budi kepada wartawan ditemui di pendapa Kudus pagi ini.


Penanganan membantu evakuasi warga yang mau keluar dengan perahu dan kita siapkan armada truk. Kita pakai perahu. Tempat pengungsian sudah kita siapkan di Kedungdowo. Warga sudah ada mengungsi ke rumah saudara. Tempat pengungsian masih kosong," jelas Budi.


Sumber: detik.com

Posting Komentar untuk "Banjir di Kudus akibat luapan sungai Wulan semakin tinggi"