Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Gempa M 4,5 dan 4,4 di Majene buat warga panik dan kembali mengungsi

 



MAJENE SULAWESI - Ratusan warga korban gempa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang sempat pulang ke rumah masing-masing kembali mendatangi sejumlah titik pengungsian. Mereka kembali mengungsi setelah gempa susulan berkekuatan 4,5 dan 4,4 magnitudo kembali mengguncang.

Seperti yang terlihat pada salah satu titik pengungsian, di sisi jalan Trans Sulawesi, Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Majene, Senin (1/2/2021), tampak banyak warga kembali mendirikan tenda darurat. Tenda dibuat seadanya dari terpal dan ditopang kayu maupun bambu.



Sudah sempat pulang ke rumah, tapi kembali ke sini untuk mengungsi karena gempa susulan. Untuk sementara tidak terpikir lagi kembali pulang ke rumah, takut ada gempa susulan lagi," kata seorang pengungsi, Jerni kepada wartawan, siang tadi.


Untuk diketahui dua gemba bermagnitudo lebih dari 4 itu terjadi pada Minggu (31/1) malam. Menurut ibu tiga anak ini, rumahnya di Desa Labuan Batu, Kecamatan Malunda, telah roboh akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo, yang mengguncang daerah ini, Jumat (15/01) lalu.


"Kondisi rumah sudah roboh dan tidak bisa ditempati lagi," ungkap Jerni.


Jerni berharap Pemerintah memberikan bantuan. Dia mengaku kebutuhan balita selama di lokasi pengungsian sangat sulit didapatkan.


Kita butuh selimut, susu bayi, karena sangat susah kita dapatkan. Ini saja bantuan yang ke sini belum merata, kadang mesti berebut. Kadang dapat, kadang tidak," cerita Jerni.


Hal serupa diungkapkan pengungsi lainnya, Andi Iwan. Andi menyebut saat ini para pengungsi di daerah ini masih kekurangan tenda darurat, hingga kerap kehujanan apalagi di malam hari.


"Itu saja kalau hujan, kita tidak bisa tidur karena air masuk ke tenda, kita kehujanan, " kata Andi.


Lantaran masih merasa trauma, pria yang berasal dari Kecamatan Malunda, Majene ini mengaku memilih bertahan di lokasi pengungsian, " Saya belum terpikir untuk kembali, karena rumah rusak total, saya berfikir untuk sementara tinggal di pengungsian. Kita bisa pulang kalau kondisi sudah agak tenang dan ada tenda, " tuturnya.


Menurut warga, di lokasi pengungsian bernama Bukit Tinggi ini, berdiri sedikitnya 300 tenda pengungsian korban gempa. Setiap tenda pengungsian dihuni sedikitnya dua kepala keluarga.


Sumber; detik.com

Posting Komentar untuk "Gempa M 4,5 dan 4,4 di Majene buat warga panik dan kembali mengungsi "