Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

PPKM Dengan PPKM Mikro, Simak Perbedaanya.


Jakarta-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro mulai diberlakukan Pemerintah mulai 9 Februari 2021. Pemerintah menyebutkan bahwa langkah inilah yang akan melanjutkan PPKM biasa yang sudah berjalan sejak 11 Januari 2021 lalu.

Menurut Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Ginting, PPKM mikro ini diterapkan dalam rangka mengatasi masalah yang tak terselesaikan pada saat PPKM biasa.

"Persoalannya adalah setelah tim pelacak datang, siapa yang mengawasi mereka yang diisolasi, siapa yang mengawasi mereka yang dikarantina," kata Ginting dalam diskusi daring, Jumat, 5 Februari 2021.

"Posko yang mendampingi tim puskesmas, tim pelacak. Sehingga mereka yang diisolasi, dikarantina memang harus 14 hari dikurung. Kalau dikurung harus diawasi, dikasih makan," imbuh Ginting.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa posko ini nantinya akan menjadi lokasi atau tempat yang menjadi pusat komando penanganan Covid yang berfungsi koordinasikan, kendalikan, memantau, evaluasi, serta eksekusi penanganan covid di masing-masing daerah.

Dan nantinya akan melibatkan berbagai unsur meliputi TNI, Polri, Pemda, dan unsur lain yang digerakkan pemda seperti BPBD, Dinkes, Dinsos, Dinperek, Puskesmas, PKK, dan beberapa komunitas lain. 

Wiku menjelaskan bahwa secara operasional, fungsi prioritas posko akan mencakup pendorong perubahan perilaku, layanan masyarakat, pusat kendali informasi, hingga menguatkan pelaksanaan 3T di desa selama pelaksanaan PPKM Mikro.

"Pada prinsipnya, posko-posko yang tersebar secara nasional ini berfungsi permudah proses perubahan perilaku, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan serta pemulihan ekonomi," pungkasnya.










Sumber:Tempo.co

Posting Komentar untuk "PPKM Dengan PPKM Mikro, Simak Perbedaanya."