-->

Sosok Anggota Pagar Nusa "NU" Asal Sragen yang Jadi Korban Sriwijaya Air, Dikenal Humoris

SRAGEN JATENG - Salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 asal Sragen, Joko Riyanto merupakan seorang pesilat Pagar Nusa NU.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sriyanto.

Dilansir dari situs resmi tribunnews.com, Riyanto diketahui sudah bergabung dengan perguruan silat NU tersebut sejak belasan tahun silam.

"Betul, beliau warga NU dan anggota Pagar Nusa," katanya Minggu (31/1/2021).

"Almarhum ikut latihan Pagar Nusa sekitar tahun 2008," imbuhnya.

Selang setahun berikutnya, atau di tahun 2009 Riyanto resmi menjadi anggota Pagar Nusa hingga akhir hayatnya.

Menurut Sriyanto, mendiang berada pada sabuk Badge Putih atau santri.

Sebagai pesilat Pagar Nusa tulen, PCNU Sragen mengaku kehilangan dengan sosok yang dikenal humoris itu.

"Almarhum berkelakuan baik dengan teman teman Pagar Nusa dan warga NU lainnya dan suka membantu kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan," paparnya.

"Beliau juga dikenal humoris," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Sriyanto, jika kali terakhir Riyanto mengikuti kegiatan Pagar Nusa yakni saat akhir tahun 2020 kemarin.

"Saat sura bulan Agustus kemarin, saat itu ada kegiatan pengesahan warga baru," pungkasnya.

Sriyanto berharap amal ibadah warga Katelan, Tangen, itu mendapat tempat disisi Allah SWT.

"Kami dari PCNU Sragen turut berduka cita yang mendalam, semoga amal ibadah serta pengabdian dan perjuangan almarhum diterima disisi Allah," ungkapnya.

Ratusan pesilat dari Pagarnusa mengiringi pemakaman Riyanto di Dukuh Tengaran, Desa Katelan, Tangen, Sragen pada hari ini sekira pukul 13.00 WIB. 

Para pesilat dari Pagarnusa sejak pagi sudah berjajar dari gapura Dukuh Tengaran hingga di kediaman rumah duka. 

Usut punya usut, ternyata Riyanto merupakan anggota silat Pagarnusa. 

"Iya benar, mas Riyanto memang anggota Pagarnusa," tutur Kepala Desa Katelan, Kunto Cahyono kepada wartawan, Minggu (31/1/2021). 

Kunto mengatakan, pesilat-pesilat tersebut hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk Riyanto. 

"Sekaligus sebagai solidaritas," ucapnya. 


Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2021/02/01/sosok-anggota-pagar-nusa-nu-asal-sragen-yang-jadi-korban-sriwijaya-air-dikenal-humoris