Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tekendala Kebijakan Lockdown Di Arab Saudi, Jenazah TKW Yang Dikabarkan Bunuh Diri Belum Bisa Dipulangkan.




SRAGEN JATENG -Seorang Tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen, K (57) dikabarkan meninggal akibat bunuh diri di Arab Saudi. Namun hingga saat ini, jenazah TKW tersebut belum bisa dipulangkan akibat terkendala oleh kebijakan lockdown yang sedang diberlakukan otoritas Arab Saudi.

Melansir dari situs detik.com, "Menurut surat dari KBRI Arab Saudi, memang tertulis meninggal seperti itu (bunuh diri). Dalam surat tersebut tertulis yang bersangkutan meninggal tanggal 29 Januari 2021," ujar Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertrans Sragen, Ernawan, saat dihubungi wartawan, Senin (8/2/2021).

Ernawan mengatakan, hingga saat ini jenazah K masih tertahan di Arab Saudi. Pasalnya, upaya pemulangan K terkendala lockdown yang sedang berlaku di Arab Saudi.

"Memang belum bisa dipulangkan. Tadi siang baru dapat informasi dari KBRI di Arab, bahwa memang Arab Saudi sedang lockdown sehingga tidak ada penerbangan keluar maupun ke Arab Saudi," terangnya.

Ernawan belum bisa memastikan kapan pemulangan jenazah K bisa dilakukan. Terkait hal ini, pihaknya telah memberitahu pihak keluarga K yang tinggal di Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen.

"Belum tahu sampai kapan, nanti kami akan diberi informasi selanjutnya. Untuk saat ini belum bisa. Tadi kami juga langsung ke keluarga sudah kami jelaskan," paparnya.

Pihak keluarga, lanjut Ernawan, berharap jenazah K bisa segera dipulangkan. Keluarga sempat mengatakan K masih sempat berkomunikasi pada 26 Januari 2021 lalu.

"Berdasarkan keterangan keluarga itu tanggal 26 (Januari) masih komunikasi dengan keluarga, 29 kok meninggal. Waktu telepon itu nggak ada keluhan apapun. Pihak majikan dihubungi pihak keluarga justru memblokir nomor keluarga. Ini besok akan kami tanyakan ke BP2MI untuk diteruskan kepada KBRI Arab Saudi," urainya.

Berdasarkan penelusuran Dinas Tenaga Kerja, K tercatat berangkat untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi sejak tahun 2006. Arsip K menunjukkan dirinya bekerja dengan status resmi.

"Berangkat 2006, belum pernah pulang. Pihak keluarga sudah membenarkan itu. Selama itu keluarga masih kontak terus dengan yang bersangkutan. Kami lihat di data tahun 2006 yang bersangkutan ada nomor ID berarti statusnya legal. Kemungkinan dia perpanjang kontrak terus karena sejak 2 Agustus 2011 kan pemerintah kita sudah berlakukan moratorium, nggak ada penempatan di Arab Saudi," terangnya.









Sumber:detik.com

Posting Komentar untuk "Tekendala Kebijakan Lockdown Di Arab Saudi, Jenazah TKW Yang Dikabarkan Bunuh Diri Belum Bisa Dipulangkan."