Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Viral video buaya memangsa manusia di Bangkalan, polisi : hoaks

 BANGKALAN JATIM - Video seekor buaya yang tengah memangsa manusia di sungai viral. Video tersebut diketahui banyak beredar di grup aplikasi percakapan WhatsApp.

Tak hanya satu, video yang memperlihatkan buaya memangsa manusia ada dua buah. Pada video pertama berdurasi 25 detik tampak buaya tengah melintas di sungai sambil masih menerkam bagian tubuh manusia dan diberi caption lokasi di Kramat, Bangkalan, Madura.



Sedangkan pada video kedua dengan durasi 30 detik memperlihatkan buaya itu ditangkap warga setempat. Dalam video itu, kemudian warga membelah perut buaya dan mengeluarkan jenazah seorang pria dewasa


Dikonfirmasi terkait dua video itu, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto membantah bahwa video yang viral itu terjadi di Desa Kramat. Ia memastikan kedua video adalah hoaks.


"Terkait video yang beredar buaya yang memakan manusia. Di sungai Desa Kramat itu tidak benar atau hoaks," terang Didik kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).


Didik kemudian menjelaskan, lokasi Desa Kramat yang menjadi caption lokasi di dalam video tersebut rencananya akan dijadikan destinasi wisata sungai. Untuk itu, ia mengimbau maayarakat agar tidak turut menyebarkan video tersebut sehingga menimbulkan ketakutan masyarakat atau pengunjung nantinya.


Memang ada rencana di kawasan sungai itu akan dijadikan wisata. Nah ini besar harapan saya, mengimbau kepada masyarakat jangan justru melakukan hal-hal yang menakutkan para pengunjung," jelas Didik.


Sebaliknya, lanjut Didik, rencana menjadikan sungai di Desa Kramat harus didukung. Sebab hal itu akan membuat ekonomi masyarakat setempat ikut tumbuh nantinya.


"Ini merupakan hal baik karena akan dijadikan tempat wisata. Besar harapan saya kita dukung sehingga nanti dapat menjadi destinasi wahana wisata yang baru sehingga akan tumbuh ekonomi di wilayah kita," tandas Didik.


Sumber; detik.com

Posting Komentar untuk "Viral video buaya memangsa manusia di Bangkalan, polisi : hoaks "