Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Kimia Farma di Tengah Sorotan Publik Atas Kasus Antigen Bekas.

                      (Foto:merdeka.com) 

Garudatoday, Jakarta - Di tengah sorotan publik kepada Kimia Farma karena ada salah satu oknum yang sedang terlibat kasus alat tes Antigen bekas, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana merombak susunan Direksi serta Komisaris PT Kimia Farma (Tbk).


Namun hal ini dibantah oleh Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga yang mengatakan bahwa perombakan jajaran Direksi dan Komisaris Kimia Farma tidak terkait dengan kasus alat tes Antigen bekas.


"Perubahan (susunan direksi dan komisaris) di Kimia Farma itu lebih kepada penyegaran saja," katanya dilansir Kompas.com, Sabtu (1/5/2021).


Arya menjelaskan bahwa Menteri BUMN tengah mengevaluasi seluruh entitas anak usaha perusahaan Kimia Farma.

"Tapi, Pak Erick lagi melakukan evaluasi terhadap anak-anak perusahaannya Kimia Farma ini. Nanti hasil evaluasinya akan terlihat dalam waktu dekat," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Erick Thohir mengungkapkan kegeramannya terkait kasus alat tes Antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan. Bahkan Erick meminta agar semua yang terlibat kasus tersebut dipecat.


Erick juga berjanji akan turun langsung melakukan evaluasi karena kasus tersebut melibatkan oknum karyawan Kimia Farma yang merupakan BUMN.


Adapun terkait perombakan di Kima Farma, para pemegang saham sepakat memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting dari posisi Komisaris Utama perusahaan. Sebagai gantinya, Erick dan pemegang saham lain menujuk Abdul Kadir.


Tak hanya itu, dalam RUPST tersebut juga memutuskan untuk memberhentikan Nurrachman dari jabatan Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar dari posisi Komisaris dan Pardiman dari jabatan Direktur Keuangan Kimia Farma.


Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat Kamelia Faisal sebagai Komisaris Independen, Dwi Ary Purnomo sebagai Komisaris, dan Lina Sari sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Kimia Farma.


Dalam RUPST juga memutuskan mengubah nomenklatur Direksi PT Kimia Farma Tbk yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sebagaimana diketahui, kasus pemalsuan alat rapid test antigen yang terjadi di Bandara Kualanamu Medan, merembet ke anak usaha KAEF yakni PT Kimia Farma Diagnostik selaku operasionalnya.


Kini, Kimia Farma Diagnostik melalui keterbukaan informasi sedang melakukan investigasi dengan pihak Kepolisian terhadap oknum petugas yang diduga melakukan praktik penggunaan kembali alat bekas pakai rapid test antigen.


Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam penjelasan tertulisnya tersebut yang ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia mengatakan, saat ini pihaknya berupaya membenahi prosedur pelayanan serta sumber daya manusianya (SDM). Dengan harapan, kejadian tersebut tidak terulang lagi.








SUMBER


 

Posting Komentar untuk "Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Kimia Farma di Tengah Sorotan Publik Atas Kasus Antigen Bekas."