-->

Kematian Akibat Jebakan Tikus Beraliran Listrik Masih Bertambah di Ngawi, Bupati Belum Terbitkan Perbup || Ini Penjelasannya



Garudatoday, Ngawi - Seperti yang diketahui bersama, bahwa di Ngawi masih saja menjadi sorotan publik dikarenakan maraknya kasus kematian yang diakibatkan dari jebakan tikus beraliran listrik. Meski beberapa usaha sudah dilakukan Pemkab Ngawi dalam meminimalisir kejadian tersebut, namun hingga kini masih hanya sebatas Surat Edaran (SE) Bupati alias belum diperbupkan.

Akibatnya, masih banyak masyarakat yang masih saja menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. Terbukti, bahwa kejadian serupa terulang kembali pada minggu lalu, (18/5) tepatnya terjadi di Desa Mangunharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, seorang Petani yang bernama Sutoyo telah ditemukan tak bernyawa di sawah miliknya karena diduga tersengat jebakan tikus beraliran listrik miliknya sendiri.

Terkait hal ini, Bupati Ngawi Ony Anwar SH, MH menjelaskan bahwa dalam pembuatan terkait draf Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kemandirian Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan yang di dalamnya juga mengatur terkait mekanisme-mekanisme dalam rangka penanggulangan hama tersebut masih harus banyak melakukan kajian. 

"Jadi dalam Perbup itu nanti tidak hanya tikus saja, tapi komplit, nah kita kemarin arahannya yang lebih cepat sebelum Perbup itu hadir, bagaimana mengatasi masyarakat kita yang banyak jatuh korban akibat jebakan tikus, kita keluarkan Surat Edaran (SE) dulu yaitu dihimbau kepada Kepala Desa agar membuat Peraturan Desa (Perdes) terlebih dulu terkait larangan untuk berburu predator alami tikus, ular, burung, Perdes terkait ramah lingkungan dan seterusnya, itu bisa difasilitasi oleh Perdes dulu sebelum nantinya Perbup yang melingkupi seluruh kegiatan tersebut bisa hadir, " ungkap Bupati ketika menggelar Konferensi Pers di Pendopo Wedya Graha, Ngawi pada Jumat, (28/05/2021). 

Selain itu, Bupati menambahkan bahwa sebenarnya Perbup ini sudah hampir mencapai final, dan diharapkan untuk akhir bulan ini sudah dapat diterbitkan. Selain itu Bupati juga menyampaikan bahwa alasan dari menggabungkan Perbup terkait hama dengan kegiatan kemandirian pertanian ramah lingkungan berkelanjutan ini diharapkan agar setelah diterbitkannya Perbup ini dapat mencapai Goals untuk menjadikan Ngawi sebagai Kota Agropolitan Penyangga Pangan Nasional.

"Jadi secara eksistensi dari Dinas Pertanian sudah menyusun itu tinggal nanti komunikasi dengan bagian hukum untuk finalisasi. Kita harapkan akhir bulan ini juga sudah bisa terbit, supaya kita tidak mengeluarkan Perbup ini terkait hama saja tapi komplit meliputi kegiatan kemandirian pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Ya ini harapannya agar semua kegiatan nanti bagaimana dari Goals kita menuju Ngawi menjadi agropolitan penyangga pangan nasional ini bisa terfasilitasi dengan Perbup tersebut, "pungkasnya.
(Caknan)