Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inspektorat Ngawi Masih Temukan Penyimpangan Tingkat Desa di Setiap Tahun, Markup Anggaran Paling Sering Ditemui

(Ilustrasi Markup Anggaran DD) 


Garudatoday, Ngawi - Inspektorat Kabupaten Ngawi menemukan penyimpangan keuangan dalam penyelenggaraan Pemerintahan tingkat Desa. Ironisnya, penyimpangan itu terjadi di setiap tahunnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Inspektorat Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo saat dikonfirmasi pada, Sabtu (29/5). Yang menyatakan bahwa, masih banyak peluang terjadinya penyimpangan atau pelanggaran yang luput dari pengawasan karena kendala tenaga serta waktu yang memang terbatas.

"Setiap tahun ya ada saja temuan. Namun penyelesaian oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) itu ya memang memperbaiki dan mencegah kerugian uang negara. Sanksi dari APIP bila ada penyelewengan, ya dana dikembalikan,” kata Yulianto.

Dijelaskannya, saat ini APIP juga meluncur ke beberapa desa berkaitan dengan laporan-laporan masyarakat. Diakuinya,  pemeriksaan tahun lalu memang terkendala pandemi Covid-19 seperti halnya saat ini. 

“Pemeriksaan kami kan bisa dilakukan karena jadwal reguler artinya memang jadwalnya memeriksa. Kedua karena adanya dugaan kasus misalnya ya laporan masyarakat ataupun ketika ada yang jadi sorotan media. APIP bisa turun kalau otu terjadi,” ujarnya.

Mengenai tingkat kerugian dan pos anggaran desa yang rentan diselewengkan, Yulianto mengakui hal itu beragam dan diakuinya ada beberapa modus penyalahgunaan dana negara dan itu terjadi pula di tingkat pemerintahan desa. Diantaranya dengan menggelembungkan anggaran (mark up), memanipulasi anggaran dan pengurangan volume pekerjaan.

“Sampai saat ini, mark up atau memberikan kelebihan bayar masih paling sering menjadi temuan APIP untuk pelanggaran atau penyimpangan keuangan tingkat desa,” tandasnya.
(RED) 

Posting Komentar untuk "Inspektorat Ngawi Masih Temukan Penyimpangan Tingkat Desa di Setiap Tahun, Markup Anggaran Paling Sering Ditemui"